Selasa, 14 Desember 2010

Pokok-pokok isi UUD

POKOK-POKOK KAIDAH NEGARA FUNDAMENTAL


Adalah : Tertib hukum yang dapat diadakan urutan-urutan susunan yang hinarkis, dimana UUD tidaklah merupakan peraturan hukum yang tertinggi. Di atasnya masih ada dasar-dasar pokok UUD atau hukum dasar yang tidak tertulis yang pada hakikatnya terpisah dari UUD atau hukum dasar yang tidak tertulis.

Pokok kaidah negara yang fundamental itu di dalam hukum mempunyai hakikat dan kedudukan yang tetap, kuat dan tidak berubah bagi negara yang telah terbentuk.


          Unsur mutlak pokok kaidah yang fundamental menurut pengertian ilmiah :
1.     Dari segi terjadinya : Ditentukan oleh pembentukan negara bagai penjelmaan kehendak pembentuk pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak tertentu negara untuk menjadikan hal-hal tertentu sebagai dasar negara yang dibentuknya.
2.     Dari segi isinya : Memuat dasar-dasar negera yang dibentuk yang mencakup cita-cita kerohanian ( asas kerohanian ). Cita-cita tentang negara ( asas politik negara ), tujuan negara dan tentang ketentuan diadakanya UUD negara.
     

KEDUDUKAN PANCASILA DALAM PEMBUKAAN UUD 1945

a.      Pancasila sebagai asas kerohanian dan filsafat negara mempunyai fungsi dan kedudukan yang penting dalam kehidupan negara dan bernegara, dan merupakan unsur penentu ada dan berlakunya tertib hukum Indonesia dan kaidah pokok negara yang fundamental, sehingga menjadi inti pembukaan UUD 1945.
b.     Dengan dicantumkannya di dalam pembukaan UUD, maka Pancasila memperoleh kedudukan sebagai norma dasar hukum objektif. Dengan demikian, tata kehidupan bernegara tidak hanya bertopang pada asas sosial, ekonomi, tapi perpaduan dengan keseluruhan asas yang melekat padanya yaitu asas-asas kultural, asas religius dan asas-asas kenegaraan.
c.     Dapat dikonstatasi mempunyai hakikat dan kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental yang menjelmakan dirinya sebagai dasar kelangsungan hidup negara RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
d.     Sebagai isi pembukaan, mempunyai kedudukan kuat, tetap, dan tak dapat berubah / diubah, terlekat pada kelangsungan hidup negara RI tidak dapat diubah dengan jalan hukum.           
e.      Sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam tertib hukum RI. Perumusan autentiknya dalam pembukaan UUD 1945

 SEJARAH TERJADINYA PEMBUKAAN UUD 1945

          Menurut sejarah terjadinya, pembukaan ditentukan oleh pembentuk negara dan hakikatnya dipisahkan dengan batang tubuh UUD 1945. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) yang merupakan wakil bangsa Indonesia yang berjuang menegakkan kemerdekaan mempunyai sifat-sifat representatif. Setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dilahirkan maka PPKI mengadakan sidang UTK melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya suatu negara yang merdeka. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945, PPKI telah menyempurnakan dan mengesahkan UUD negara yaitu UUD ’45. UUD ’45 memiiki dua bagian yaitu pembukaan dan batang tubuh UUD yang berisi 37 pasal, 1 aturan peralihan yang terdiri atas 4 pasal, 1 aturan tambahan yang terdiri atas dua ayat. Soekarno Hatta yang atas nama Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, masing-masing adalah ketua dan wakil panitia. Pada saat panitia menetapkan pembukaan UUD 1945 mempunyai kualitas sebagai pembentuk negara karena melakukan tugas atas kuasa dan bersama-sama membentuk negara. Dalam hubungan dengan tertib    - Indonesia. Pembukaan mempunyai kedudukan yang terpisah dari batang tubuh UUD 1945 ( kedudukan pembukaan UUD ’45 lebih tinggi daripada batang tubuh UUD ’45 ) karena pembukaan merupakan pokok kaidah negara yang fundamental yang menentukan adanya UUD. Pembukaan memiliki pokok-pokok pikiran yang oleh UUD harus diciptakan dalam pasal-pasalnya.      







POKOK-POKOK PIKIRAN YANG TERKANDUNG DALAM PEMBUKAAN UUD 1945


Adalah : Inti atau pokok pikiran yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945 negara Indonesia dan mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum yang tertulis     ( UUD ) maupun hukum yang tidak tertulis. UUD menciptakan pokok-pokok pikiran ini dalam pasal-pasalnya.

·        Pokok-pokok pikiran yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 :
1.     Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, dengan berdasar atas asas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.     Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
3.     Negara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan.
4.     Negara berdasarkan atas Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar